Family Slideshow: MUSRIN’s trip from Jakarta, Java, Indonesia to 2 cities Bandung and Gorj was created by TripAdvisor. See another Indonesia slideshow. Take your travel photos and make a slideshow for free.

Minggu, 31 Juli 2011

Struktur-Struktur Atom


PERKEMBANGAN MODEL ATOM
Anda telah mengetahui beberapa unsur dalam kehidupan sehari-hari. Unsur dapat mengalami perubahan materi yaitu perubahan kimia. Ternyata perubahan kimia ini disebabkan oleh partikel terkecil dari unsur tersebut. Partikel terkecil inilah yang kemudian dikenal sebagai atom.
Seandainya Anda memotong satu butir beras menjadi dua bagian, kemudian dipotong lagi menjadi dua bagian dan seterusnya hingga tidak dapat lagi. Bagian terkecil yang tidak dapat lagi, inilah awal mulanya berkembangnya konsep atom.
Konsep atom itu dikemukakan oleh Demokritos yang tidak didukung oleh eksperimen yang meyakinkan, sehingga tidak dapat diterima oleh beberapa ahli ilmu pengetahuan dan filsafat.
Pengembangan konsep atom-atom secara ilmiah dimulai oleh John Dalton (1805), kemudian dilanjutkan oleh Thomson (1897), Rutherford (1911) dan disempurnakan oleh Bohr (1914).
Hasil eksperimen yang memperkuat konsep atom ini menghasilkan gambaran mengenai susunan partikel-partikel tersebut di dalam atom. Gambaran ini berfungsi untuk memudahkan dalam memahami sifat-sifat kimia suatu atom.
Gambaran susunan partikel-partikel dasar dalam atom disebut model atom.
Marilah kita pelajari satu persatu masing-masing konsep/model atom tersebut.




1.
Model Atom Dalton

John Dalton


John Dalton mengemukakan hipotesa tentang atom berdasarkan hukum kekekalan massa (Lavoisier) dan hukum perbandingan tetap (Proust).
Teori yang diusulkan Dalton:
a.
Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi.

b.
Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil, suatu unsur memiliki atom-atom yang identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda.

c.
Atom-atom bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana. Misalnya air terdiri atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen.

d.
Reaksi kimia merupakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali dari atom-atom, sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.

Hipotesa Dalton digambarkan dengan model atom sebagai bola pejal seperti ada tolak peluru.

http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_gb1.jpg
Model atom Dalton, seperti bola pejal

Teori atom Dalton tidak dapat menerangkan suatu larutan dapat menghantarkan listrik. Bagaimana mungkin suatu bola pejal dapat menghantarkan listrik, padahal listrik adalah elektron yang bergerak. Berarti ada partikel lain yang dapat menyebabkan terjadinya daya hantar listrik.









2. 
Model Atom Thomson
http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/thomson.jpg
JJ. Thomson


Kelemahan dari Dalton diperbaiki oleh JJ. Thomson, eksperimen yang dilakukannya tabung sinar kotoda. Hasil eksperimennya menyatakan ada partikel bermuatan negatif dalam atom yang disebut elektron.
Thomson mengusulkan model atom seperti roti kismis atau kue onde-onde. Suatu bola pejal yang permukaannya dikelilingi elektron dan partikel lain yang bermuatan positif sehingga atom bersifat netral.
http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_gb2.jpg
Model atom Thomson seperti roti kismis


3.
Model Atom Rutherford
http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/rutherford.jpg
Rutherford
Eksperimen yang dilakukan Rutherford adalah penembakan lempeng tipis dengan partikel alpha. Ternyata partikel itu ada yang diteruskan, dibelokkan atau dipantulkan. Berarti di dalam atom terdapat susunan-susunan partikel bermuatan positif dan negatif.
Hipotesa dari Rutherford adalah atom yang tersusun dari inti atom dan elektron yang mengelilinginya. Inti atom bermuatan positif dan massa atom terpusat pada inti atom.
http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_gb3.jpg
Model atom Rutherford seperti tata surya
 
Kelemahan dari Rutherford tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom. Berdasarkan teori fisika, gerakan elektron mengitari inti ini disertai pemancaran energi sehingga lama - kelamaan energi elektron akan berkurang dan lintasannya makin lama akan mendekati inti dan jatuh ke dalam inti
Ambilah seutas tali dan salah satu ujungnya Anda ikatkan sepotong kayu sedangkan ujung yang lain Anda pegang. Putarkan tali tersebut di atas kepala Anda. Apa yang terjadi? Benar.
Lama kelamaan putarannya akan pelan dan akan mengenai kepala Anda karena putarannya lemah dan Anda pegal memegang tali tersebut.
Karena Rutherford adalah telah dikenalkan lintasan/kedudukan elektron yang nanti disebut dengan kulit.


4.
Model Atom Niels Bohr

Kelemahan dari Rutherford diperbaiki oleh Niels Bohr dengan percobaannya menganalisa spektrum warna dari atom hidrogen yang berbentuk garis.
Hipotesis Bohr adalah :

a.
Atom terdiri dari inti yang bermuatan positif dan dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif di dalam suatu lintasan.

b.
Elektron dapat berpindah dari satu lintasan ke yang lain dengan menyerap atau memancarkan energi sehingga energi elektron atom itu tidak akan berkurang.
Jika berpindah lintasan ke lintasan yang lebih tinggi maka elektron akan menyerap energi. Jika beralih ke lintasan yang lebih rendah maka akan memancarkan energi.

Model atom Bohr digambarkan sebagai berikut

http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_gb4.jpg
Model atom Bohr

Kelebihan atom Bohr adalah bahwa atom terdiri dari beberapa kulit untuk tempat berpindahnya elektron.
Kelemahan model atom ini adalah: tidak dapat menjelaskan spekrum warna dari atom berelektron banyak. Sehingga diperlukan model atom yang lebih sempurna dari model atom Bohr.
Apakah Anda sudah memahami uraian materi pada kegiatan belajar 1 ini?
Silahkan Anda kerjakan latihan berikut ini untuk mengetahui pemahaman materi yang telah dipelajari.
     LATIHAN
     1.Sebutkan kelebihan dan kelemahan dari masing-masing model atom         dari mulai model atom Dalton sampai dengan model atom Niels Bohr.
     2.Gambarkan masing-masing model atom dari mulai model atom         Dalton sampai dengan model atom Niels Bohr.
Cobalah Anda jawab terlebih dahulu pertanyaan tersebut. Setelah itu jawaban dari pertanyaan ini dapat Anda lihat berikut ini:
KUNCI LATIHAN
1.
Kelebihan dan kelemahan dari masing-masing model atom dari mulai model atom Dalton sampai dengan model atom Niels Bohr.

Model Atom
Kelebihan
Kelemahan
Menurut Dalton seperti bola pejal
Mulai membangkitkan minat terhadap penelitian mengenai model atom
Tidak menerangkan hubungan antara larutan senyawa dan daya hantar arus listrik, jika atom merupakan bagian terkecil dari suatu unsur dan tidak dapat dibagi lagi
Menurut Thomson seperti roti kismis
Membuktikan adanya partikel lain yang bermuatan negatif dalam atom. Berarti atom bukan merupakan bagian terkecil dari suatu unsur. Selain itu juga memastikan bahwa atom tersusun dari partikel yang bermuatan positif dan negatif untuk membentuk atom netral. Juga membuktikan bahwa elektron terdapat dalam semua unsur
Belum dapat menerangkan bagaimana susunan muatan positif dalam bola dan jumlah elektron

Rutherford seperti planet bumi mengelilingi matahari
Membuat hipotesa bahwa atom tersusun dari inti atom dan elektron yang mengelilingi inti
Model tersebut tidak dapat menerangkan mengapa elektron tidak pernah jatuh ke dalam inti sesuai dengan teori fisika klasik
Niels Bohr seperti bola, dengan inti atom yang dikelilingi sejumlah elektron
Mempu membuktikan adanya lintasan elektron untuk atom hidrogen
Hanya dapat menerangkan atom-atom yang memiliki elektron tunggal seperti gas hidrogen, tetapi tidak dapat menerangkan spektrum warna dari atom-atom yang memiliki banyak elektron


2.
Gambar model atom mulai dari Thomson sampai Niels Bohr adalah…

http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/hal11thomson.jpg
Model atom Thomson

http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/hal11ruthrford.jpg
Model atom Rutherford

http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/hal11neilsbohr.jpg
Model atom Niels Bohr

Apakah jawaban Anda telah cocok dengan penyelesaian yang diberikan?
Jika belum, pelajari kembali materi tersebut!
Jika sudah, silahkan Anda mengerjakan Tugas 1 tanpa melihat kembali uraian materi yang sudah Anda pelajari!







Tugas Kegiatan 1
1.
Gambaran susunan partikel-partikel dasar dalam atom disebut…

A.
Konsep atom

B.
Model atom

C.
Teori atom

D.
Definisi atom

E.
Sejarah atom



2.
Pernyataan berikut yang bukan tentang teori atom Dalton adalah…

A.
Atom adalah bagian terkecil dari materi yang tidak dapat dibagi lagi

B.
Atom tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan

C.
Atom dari unsur yang berbeda dapat bergabung membentuk senyawa

D.
Reaksi kimia melibatkan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali atom-atom

E.
Atom digambarkan sebagai roti kismis



3.
Kelemahan model atom Dalton adalah tidak dapat menerangkan…

A.
Atom berelektron banyak

B.
Hubungan larutan senyawa dengan daya hantar listrik

C.
Elektron tidak jatuh ke inti

D.
Susunan muatan positif dalam atom

E.
Adanya lintasan elektron



4.
Eksperimen yang mendukung untuk menjelaskan model atom adalah…

A
Penemuan tabung sinar katoda, model atom Thomson

B.
Penemuan radio aktif, model atom Niels Bohr

C.
Spektrum warna, model atom Rutherford

D.
Penemuan elektron, model atom Rutherford

E.
Penemuan teori fisika klasik, model atom Thomson



5.
Konsep inti atom pertama kali dikemukakan oleh…

A.
Dalton

B.
Thomson

C.
Rutherford

D.
Niels Bohr

E.
Max Planck



6.
Percobaan atau eksperimen yang mendasari model atau Rutherford adalah…

A.








PARTIKEL DASAR PENYUSUN ATOM
Sudah siapkah Anda memulai Kegiatan Belajar 2.
Kegiatan Belajar 2 ini, akan mempelajari percobaan atau eksperimen untuk menentukan partikel dasar penyusun atom dan jumlah masing-masing partikel dasar dalam setiap atom serta isotop, isobar dan isoton suatu unsur.

Marilah kita bahas satu persatu.
A.
Partikel Dasar Penyusun Atom

Perkembangan model yang didasari oleh hasil eksperimen menghasilkan data partikel dasar penyusun atom, seperti Tabel 1 :
Nama
Partikel
Lambang
Penemu
(Tahun)
Muatan
Massa
Absolut
(C=Coulomb)
Relatif
kg
sma
Proton
P
Eugene
Goldstein
(1886)
http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_15_01.jpg
+1
http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_15_02.jpg
1,0073
Elektron
e
JJ. Thomson
(1897)
http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_15_03.jpg
-1
http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_15_06.jpg
http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_15_05.jpg
Neutron
n
James
Chadwick
(1932)
0
0
http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_15_04.jpg
10087
Tabel 1. Partikel Dasar Penyusunan Atom

1.
Elektron

Pernahkah Anda memperhatikan Tabung Televisi?
Tabung Televisi merupakan tabung sinar katoda.

Percobaan tabung sinar katoda pertama kali dilakukan William Crookes (1875). Hasil eksperimennya adalah ditemukannya seberkas sinar yang muncul dari arah katoda menuju ke anoda yang disebut sinar katoda.
George Johnstone Stoney (1891) yang memberikan nama sinar katoda disebut “elektron”. Kelemahan dari Stoney tidak dapat menjelaskan pengertian atom dalam suatu unsur memiliki sifat yang sama sedangkan unsur yang berbeda akan memiliki sifat berbeda, padahal keduanya sama-sama memiliki elektron.
Antoine Henri Becquerel (1896) menentukan sinar yang dipancarkan dari unsur-unsur Radioaktif yang sifatnya mirip dengan elektron.
Joseph John Thomson (1897) melanjutkan eksperimen William Crookes yaitu pengaruh medan listrik dan medan magnet dalam tabung sinar katoda

http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_gb5.jpg
Pembelokan sinar katoda oleh medan listrik


Hasil percobaannya membuktikan bahwa ada partikel bermuatan negatif dalam suatu atom karena sinar tersebut dapat dibelokkan ke arah kutub positif medan listrik.
Besarnya muatan dalam elektron ditemukan oleh Robert Andrew Milikan (1908) melalui percobaan tetes minyak Milikan seperti gambar 6 :

http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_gb6.jpg
Diagram percobaan tetes minyak Milikan


Minyak disemprotkan ke dalam tabung yang bermuatan listrik. Akibat gaya tarik gravitasi akan mengendapkan tetesan minyak yang turun. Bila tetesan minyak diberi muatan negatif maka akan tertarik kekutub positif medan listrik.
Hasil percobaan Milikan dan Thomson diperoleh muatan elektron –1 dan massa elektron 0, sehingga elektron dapat dilambangkan http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_17_01.jpg







2.
Proton

Jika massa elektron 0 berarti suatu partikel tidak mempunyai massa padahal partikel materi mempunyai massa yang dapat diukur. Begitu pula kenyataan bahwa atom itu netral.
Bagaimana mungkin atom itu bersifat netral dan mempunyai, jika hanya ada elektron saja dalam atom?
Eugene Goldstein (1886) melakukan eksperimen dari tabung gas yang memiliki katoda, yang diberi lubang-lubang dan diberi muatan listrik.


http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_gb7.jpg
Percobaan Goldstein untuk mempelajari partikel positif


Ternyata pada saat terbentuk elektron yang menuju anoda terbentuk pula sinar positif yang menuju arah berlawanan melewati lubang pada katoda.
Setelah berbagai gas dicoba dalam tabung ini, ternyata gas hidrogenlah yang menghasilkan sinar muatan positif yang paling kecil baik massa maupun muatannya, sehingga partikel ini disebut dengan proton.
Massa proton = 1 sma (satuan massa atom) dan muatan proton = +1.


3.
Inti atom

Setelah penemuan proton dan elektron, Ernest Rutherford melakukan penelitian penembakan lempeng tipis. Jika atom terdiri dari partikel yang bermuatan positif dan negatif maka sinar alpha yang ditembakkan seharusnya tidak ada yang diteruskan/menembus lempeng sehingga muncullah istilah inti atom.
Ernest Rutherford dibantu oleh Hans Geiger dan Ernest Marsden (1911) menemukan konsep inti atom didukung oleh penemuan sinar X oleh WC. Rontgen (1895) dan penemuan zat Radioaktif (1896).
Percobaan Rutherford dapat digambarkan sebagai berikut :


http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_gb8.jpg
Percobaan Rutherford, hamburan sinar alpha oleh lempeng emas

Hasil percobaan ini membuat Rutherford menyatakan hipotesanya bahwa atom tersusun dari inti atom yang bermuatan positif dan dikelilingi elektron yang bermuatan negatif. Untuk mengimbanginya sehinga atom bersifat netral.
Massa inti atom tidak seimbang dengan massa proton yang ada dalam inti atom, sehingga dapat dipredisi bahwa ada partikel lain dalaminti atom.

4.
Neutron

Prediksi dari Rutherford memacu W. Bothe dan H. Becker (1930) melakukan eksperimen penembakan partikel alpha pada inti atom berilium (Be). Ternyata dihasilkan radiasi partikel berdaya tembus tinggi.
Eksperimen ini dilanjutkan oleh James Chadwick (1932). Ternyata partikel yang menimbulkan radiasi berdaya tembus tinggi itu bersifat netral atau tidak bermuatan dan massanya hampir sama dengan proton. Partikel ini disebut neutron dan dilambangkan dengan http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_19_01.jpg

     
      LATIHAN

     Cobalah jawab soal latihan ini untuk mengukur kemampuan Anda      memahami partikel penyusun atom.
     1. Jelaskan siapa penemu proton, neutron dan elektron
     2. Jelaskan bagaimana percobaan Rutherford dapat membawa          kepada penemuan neutron



Apakah jawaban Anda seperti berikut ini!
Cobalah Anda jawab dahulu pertanyaan di atas. Setelah itu jawaban dari pertanyaan ini dapat Anda lihat di bawah ini.

KUNCI LATIHAN
1.
Penemu:
Proton adalah Eugene Goldsmith (1886)
Neutron adalah James Chadwick (1932)
Elektron adalah JJ. Thomson (1897)

2.
Percobaan yang dilakukan lebih lanjut oleh Rutherford, berhasil menetapkan massa muatan positif inti atom, yang ternyata lebih kecil dari pada massa inti atom. Ini menunjukan bahwa ada partikel lain yang tidak bermuatan yang juga membentuk inti atom. Percobaan ini ditindak lanjuti oleh James Chadwick (1932), yang memastikan bahwa partikel lain pada inti atom tersebut adalah neutron.
Samakah jawaban Anda?
Jika sama, maka Anda benar.
Silahkan lanjutkan, jika belum bacalah kembali uraian materi tersebut.






B.
Nomor Atom dan Nomor Massa

Suatu atom memiliki sifat dan massa yang khas satu sama lain. Dengan penemuan partikel penyusun atom dikenal istilah nomor atom (Z) dan nomor massa (A).
1.
Nomor Atom (Z)
Jumlah proton dalam suatu atom disebut nomor atom yang diberikan lambang Z. Nomor atom ini merupakan ciri khas suatu unsur, karena atom bersifat netral maka jumlah proton sama dengan jumlah elektronnya. Sehingga nomor atom juga menunjukan jumlah elektron.

Elektron inilah yang nantinya paling menentukan sifat suatu unsur. Nomor atom ditulis agak ke bawah sebelum lambang unsur. Atom oksigen mempunyai 8 proton dan 8 elektron sehingga nomor atomnya 8.
2.
Nomor Massa (A)
Seperti diuraikan sebelumnya massa elektron sangat kecil, dianggap nol. Sehingga massa atom ditentukan oleh inti atom yaitu proton dan neutron.
Nomor massa ditulis agak ke atas sebelum lambang unsur. Atom oksigen mempunyai nomor atom 8 dan nomor massa 16, sehingga atom oksigen mengandung 8 proton dan 8 neutron.
Nomor Massa (A) = Jumlah proton + Jumlah neutron
                                    atau
Jumlah neutron = Nomor massa – Nomor atom
Penulisan lambang atom unsur menyertakan nomor atom dan nomor massa.

http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_20_01.jpg
dimana :
A = nomor massa
Z = nomor atom
X = lambang unsur

Contoh :
Hitunglah jumlah proton, elektron dan neutron dari unsur berikut:       


1.
http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_21_03.jpg
2.
http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_21_01.jpg
3.
http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_21_02.jpg

Jawab :
  
1.
http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_21_03.jpg
Jumlah proton = 19 ----------
Jumlah elektron = 19 ---------
Jumlah neutron = 39 – 19 = 20

}sama dengan nomor atom

2.
http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_21_01.jpg
Jumlah proton = 13
Jumlah elektron = 13
Jumlah neutron = 27 – 13 = 14


3.
http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_21_02.jpg
Jumlah proton = 26
Jumlah elektron = 26
Jumlah neutron = 56 – 26 = 30


LATIHAN
1. Tulislah lambang atom suatu unsur yang mempunyai     nomor massa 52 dan nomor atom 24.
2. Tentukan nomor atom dan nomor massa serta     lambang dari atom yang mengandung :
    a. 28 proton dan 31 neutron
    b. 4 proton dan 5 neutron









KUNCI LATIHAN
1.
http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_21_04.jpg
2.
a.
Nomor atom = Z = Jumlah proton = 28
Nomor massa = A = 28 + 31 = 59
Lambang unsur http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_21_04.jpg

b.
Nomor atom = Z = 4
Nomor massa = A = 4 + 5 = 9
Lambang unsur = http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_21_05.jpg
Sudah benarkah jawaban Anda?
Jika belum, jangan berputus asa untuk mempelajari kembali materi tersebut. Jika sudah, silahkan lanjutkan ke materi berikutnya.




C
Isotop, Isoton dan Isobar

Setelah penulisan lambang atom unsur dan penemuan partikel penyusun atom, ternyata ditemukan adanya unsur-unsur yang memiliki jumlah proton yang sama tetapi memiliki massa atom yang sama dan ada pula unsur-unsur yang memiliki jumlah neutron sama atau massa atom yang sama tetapi nomor atom berbeda.
Untuk itu dikenalkanlah istilah isotop, isoton dan isobar.

1.
Isotop


Atom yang mempunyai nomor atom yang sama tetapi memiliki nomor massa yang berbeda disebut dengan isotop.
Contoh :
http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_22_01.jpg
http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_22_02.jpg
http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_22_03.jpg
p = 7
p = 7
p = 7
e = 7
e = 7
e = 7
n = 6
n = 7
n = 8
Setiap isotop satu unsur memiliki sifat kimia yang sama karena jumlah elektronnya sama.
Isotop-isotop unsur ini dapat digunakan untuk menentukan massa atom relatif (Ar), atom tersebut berdasarkan kelimpahan istop dan massa atom semua isotop.
Contoh:
Oksigen di alam terdiri dari 3 isotop dengan kelimpahan sebagai berikut
            http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_22_04.jpg

Hitunglah massa atom rata-rata (Ar) dari unsur oksigen ini?
Jawab :
           http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_23_01.jpg

          LATIHAN
          Kerjakanlah soal berikut:
          • Besi terdiri dari 4 isotop yaitu http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_23_02.jpg

          Hitunglah nomor atom unsur tersebut!

Jawab = 55,85
Apakah jawaban Anda seperti itu?
Jika demikian Anda benar.
Silahkan lanjutkan!

 

2.
Isoton
Seperti yang sudah kita pelajari sebelumnya, bahwa neutron adalah selisih antara nomor massa dengan nomor atom; maka isoton tidak dapat terjadi untuk unsur yang sama.
Contoh :
             http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_23_06.jpg


3.
Isobar
Isobar adalah unsur-unsur yang memiliki nomor massa yang sama. Adanya isotop yang membuat adanya isobar.
http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_23_03.jpg
Sehingga antara http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_23_04.jpgdan http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_23_05.jpgmerupakan isobar.



          LATIHAN
         Berikut ini terdapat bebarapa lambang atom unsur.
         http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_24_01.jpg

         Sebutkan yang termasuk
         a. Isotop
         b. Isoton
         c. Isobar

Cocokan jawaban Anda dengan jawaban berikut ini:
KUNCI LATIHAN

http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_24_02.jpg

Sudah cocokkah jawaban Anda?
Jika belum, pelajari kembali uraian materi tersebut.
Jika sudah, lanjutkan menyelesaikan Tugas 2







Selamat! Anda telah sampai pada Kegiatan Belajar 3 yang merupakan akhir dari modul Kim.X.2 ini.
Kegiatan Belajar 3 ini akan membahas tentang model atom yang dikemukakan oleh Bohr yaitu kulit atom dan susunan (konfigurasi) elektron pada masing-masing kulit serta elektron yang berada pada kulit paling luar.
Susunan elektron pada masing-masing kulit dikenal sebagai konfigurasi elektron dan elektron yang berada pada kulit luar disebut elektron valensi.
Marilah kita pelajari satu persatu.

A.
Konfigurasi Elektron


Konfigurasi (susunan) elektron suatu atom berdasarkan kulit-kulit atom tersebut. Setiap kulit atom dapat terisi elektron maksimum http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_27_01.jpg, dimana n adalah kulit ke berapa.

Jika n = 1 maka berisi 2 elektron
Jika n = 2 maka berisi 8 elektron
Jika n = 3 maka berisi 18 elektron
dan seterusnya.

Lambang kulit dimulai dari K, L, M, N dan seterusnya dimulai dari dekat dengan inti
Elektron disusun sedemikian rupa pada masing-masing kulit dan diisi maksimum sesuai daya tampung kulit tersebut. Jika masih ada sisa elektron yang tidak dapat ditampung pada kulit tersebut maka diletakkan pada kulit selanjutnya.
Contoh: Pengisian konfigurasi elektron
Nomor atom (jumlah elektron)
Kulit
K (n=1)
L (n=2)
M (n=3)
N (n=4)
O (n=5)
P (n=5)
Q (n=6)
1
3
4
11
15
19
20
1
2
2
2
2
2
2
-
1
2
8
8
8
8
-
-
-
1
8
8
8
-
-
-
-
-
1
2



54
2
8
18
18
8


88
2
8
18
32
18
8
2
  Tabel 2. Konfigurasi elektron, pada atom golongan utama
Perhatikan konfigurasi elektron pada unsur dengan nomor atom 19.
Konfigurasi elektronnya bukanlah

K
L
M
N

2
8
9

tetapi
2
8
8
1
Hal ini dapat dijelaskan bahwa elektron paling luar maksimum 8, sehingga sisanya harus 1 di kulit terluar. Begitu pula dengan nomor atom 20.
Bagaimana dengan unsur dengan nomor atom 88?
Unsur dengan nomor atom 88 akan terisi sesuai dengan kapasitas kulit pada kulit K, L, M dan N serta masih ada sisa 28. sisa ini tidak boleh diletakkan seluruhnya di kulit O, sisa ini diletakkan pada kulit sesudahnya mengikuti daya tampung maksimum kulit sebelumnya yang dapat diisi yaitu 18, 8 atau 2 sehingga sisanya diisikan sesuai Tabel 2 tersebut.

       LATIHAN
       Buatlah konfigurasi elektron untuk atom dengan nomor        atom 11, 19, 20 dan 38.

KUNCI LATIHAN

Cocokkan jawaban Anda dengan jawaban berikut ini
http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_29_01.jpg
K = 2
L = 8
M = 1


http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_29_02.jpg
K = 2
L = 8
M = 8
N = 1

http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_29_03.jpg
K = 2
L = 8
M = 8
N = 2

http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_29_04.jpg
K = 2
L = 8
M = 18
N = 8
O = 2
Sudah benarkah jawaban Anda?
Jika belum, jangan berputus asa untuk mempelajari kembali materi tersebut.
Jika sudah, silahkan lanjutkan ke materi berikutnya.




B.
Elektron Valensi

Elektron yang berperan dalam reaksi pembentukkan ikatan kimia dan dalam reaksi kimia adalah elektron pada kulit terluar atau elektron valensi.
Jumlah elektron valensi suatu atom ditentukan berdasarkan elektron yang terdapat pada kulit terakhir dari konfigurasi elektron atom tersebut.
Perhatikan Tabel 3 untuk menentukan jumlah elektron valensi.
Nomor atom
Kulit



Jumlah elektron
valensi
K
L
M
N
11
12
14
19
2
2
2
2
8
8
8
8
1
2
4
8


1
1
2
4
1
  Tabel 3. Hubungan konfigurasi elektron dan elektron valensi
Unsur-unsur yang mempunyai jumlah elektron valensi yang sama akan memiliki sifat kimia yang sama pula.
Contoh:
Unsur natrium dan kalium memiliki sifat yang sama karena masing-masing memiliki sifat elektron valensi = 1.

       LATIHAN
       Tentukan elektron valensi dari atom yang bernomor        atom 11, 13, 14, 20 dan 36 berdasarkan konfigurasi        elektronnya.

KUNCI LATIHAN

Cobalah Anda jawab terlebih dahulu pertanyaan tersebut, setelah itu jawabannya dapat Anda lihat berikut ini.
1.
http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_29_01.jpg
2
8
http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_30_04.jpg

elektron valensi = 1
2.
http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_30_01.jpg
2
8
http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_30_06.jpg

elektron valensi = 3
3.
http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_30_02.jpg
2
8
http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_30_07.jpg

elektron valensi = 4
4.
http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_29_03.jpg
2
8
8
http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_30_05.jpg
elektron valensi = 2
5.
http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_30_03.jpg
2
8
18
http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_91/images/kim102_30_08.jpg
elektron valensi = 8
Apakah jawaban Anda telah cocok dengan penyelesaian yang diberikan?
Jika belum, pelajarilah kembali uraian materi tersebut!
Jika sudah, silahkan Anda mengerjakan Tugas 3 tanpa melihat kembali uraian materi yang sudah Anda pelajari.



0 komentar:

Poskan Komentar